Air Susu Ibu dan Susu Formula Mana Yang Lebih Sehat?

Thursday, February 01, 2018

The World Health Organization merekomendasikan agar bayi diberi ASI eksklusif pada enam bulan pertama setelah kelahirannya. ASI (Air Susu Ibu) merupakan sumber gizi terbaik untuk semua bayi. ASI memiliki banyak manfaat untuk buah hati, seperti mengoptimalkan fungsi pencernaan bayi, meningkatkan kekebalan tubuh, dan perkembangan otak.

 

Menyusui memang menjadi kewajiban bagi setiap ibu. Namun tidak semua ibu bisa melakukannya. Hal ini dapat disebabkan karena produksi ASI yang sedikit, atau bahkan ada sumbatan pada payudara yang menghambat pengeluaran ASI.

 

Jika Moms juga mengalami masalah tersebut, anda bisa mengganti ASI dengan susu formula. Komposisi gizi susu formula dibuat mirip dengan ASI, namun susu formula dibuat dari susu sapi atau susu kedelai.

 

Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, ASI eksklusif merupakan nutrisi optimal enam bulan pertama dalam kehidupan bayi. Pemberian ASI eksklusif untuk si kecil juga bisa jadi kegiatan untuk membentuk ikatan antara ibu dan anak. Namun Moms juga bisa memberikan makanan pendamping ASI sejak bayi berumur 6 bulan sebagai nutrisi tambahan.

 

Faktanya, hanya 38% bayi di dunia mendapatkan ASI eksklusif. Di Amerika Serikat, hanya 75% bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Rata-rata di usia tiga bulan, mereka diberi susu formula. Sebanyak 67% bayi telah diberikan susu formula sejak mereka lahir. Untuk itu, Moms harus mengetahui perbedaan kandungan nutrisi antara ASI dan susu formula.


ASI memiliki kandungan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, enzim pencernaan, dan hormon. Dalam ASI juga banyak terkandung molekul bioaktif. Kandungan lainnya adalah Oligosakarida (HMOs) yang memiliki sifat anti-infeksi terhadap bakteri patogen di saluran pencernaan bayi. Kandungan ini juga memiliki peran penting untuk mengembangkan bakteri baik pada saluran cerna.

 

Komposisi umum dari ASI adalah 87% air, 3,8% lemak, protein 1,0%, dan laksota 7%. Lemak dan laksota masing-masing memberikan 50% dan 40% dari total energi dari air susu ibu. Namun, komposisi ASI ini bersifat dinamis dan bisa berubah seiring waktu. Perubahan tersebut menyesuaikan kebutuhan anak yang terus tumbuh.

 

Selama laktasi awal, kandungan proteinnya berkisar antara 1,4 – 1,6 gram/100 mL. Memasuki usia tiga sampai empat bulan mencapai 0,8 – 1,0/100 mL. Sementara pada usia enam bulan berubah menjadi 0,7 – 0,8 gram/100 mL.

 

Sementara susu formula hanya dianjurkan sebagai pengganti ASI jika sang ibu tidak bisa memproduksi susu dengan maksimal. Susu formula juga dibuat komposisinya semirip mungkin seperti ASI, yang harus mengandung air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang tepat. Ada dua jenis susu formula, yaitu berbahan dasar susu sapi dan susu kedelai. Susu sapi mengandung lemak, mineral, dan protein yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ASI. Oleh karena itu, susu sapi harus diencerkan agar lebih sesuai komposisinya.

 

Untuk susu formula yang berasal dari susu kedelai mengandung galaktosemia yang membantu mencegah alergi kolik dan susu. Sayangnya, produk susu kedelai ini tidak disarankan dikonsumsi oleh bayi di bawah usia enam bulan dengan alergi makanan.

 

Kesimpulannya Moms, ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI juga menjadi solusi pertama untuk bayi prematur. Jika produksi ASI terganggu, Anda bisa menggunakan donor ASI. Hal ini dilakukan agar bayi yang baru lahir bisa tumbuh dengan baik dan sehat. Susu formula bisa menjadi pilihan terakhir untuk buah hati.