Moms, Kenali Penyebab ASI Menurun Agar Tak Lagi Khawatir

Thursday, February 01, 2018

Menyusui bayi merupakan pilihan yang bebas dilakukan setiap Ibu. Moms mungkin beruntung karena Anda dianugerahi asupan ASI yang berkecukupan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Sayangnya, tingkat pemberian ASI kian mengalami penurunan di berbagai negara berkembang. Beragam riset yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hal tersebut nampaknya dipengaruhi oleh persepsi para Ibu terhadap tingkat kecukupan ASI. Apakah Moms termasuk salah satu Ibu yang memiliki kekhawatiran serupa?

 

Sama halnya dengan berbagai aspek dalam dunia parenting, menyusui juga tak terlepas dari aneka mitos dan stereotypes. Kebanyakan Ibu baru biasanya akan dihujan aneka komentar dan kritikan pedas bahwa mereka tak cukup berusaha untuk menyusui bayinya. Rasa cemasa yang dihadapi seorang Ibu baru ditambah dengan kurangnya dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar seringkali menyebabkan pikiran berkabut pada seorang Ibu menyusui. Dampaknya? Kondisi psikologis Moms bisa jadi akan naik-turun sehingga proses produksi ASI Anda pun turut terpengaruh.

 

Faktanya, Moms, ada banyak hal yang mempengaruhi kuantitas produksi ASI. Selain faktor hormonal yang bisa ditangani dengan mengkonsumsi makanan bergizi maupun obat-obatan penambah ASI, pola piker Anda terhadap proses menyusui juga sangatlah penting untuk dikondisikan. Bayi baru lahir, misalnya, memiliki cadangan nutrisi yang cukup selama hitungan jam hingga hari sejak dilahirkan. Artinya, tak perlu iri atau merasa rendah diri apabila produksi ASI Anda tak sebanyak Ibu menyusui lainnya yang Anda jumpai. Setiap bayi dilahirkan sebagai darah daging Ibunya, hal tersebut bukanlah sekedar suatu kiasan. Produksi ASI Anda dijamin akan sesuai dengan kebutuhan buah hati, asalkan Anda senantiasa mencoba meluangkan waktu untuk mencoba menyusui bayi.


Asalkan si kecil telah mendapatkan asupan kolostrum sesuai kebutuhan, yakni 0-5 ml dalam waktu sejam sejak dilahirkan, Anda tak perlu khawatir bayi baru lahir Anda akan kekurangan nutrisi apalagi mengalami kegagalan proses tumbuh kembang. Persepsi lainnya yang perlu Anda miliki sebagai seorang Ibu baru ialah mengenai berat badan bayi. Pertambahan berat badan bayi tak selamanya berarti positif, seperti pandangan kuno yang hingga kini masih dipegang kuat. Demikian juga dengan penurunan berat badan bayi. Faktanya, bayi akan mengalami penurunan 7% berat badannya dalam waktu 3 hingga 5 hari sejak kelahirannya. So, Moms, tak perlu khawatir bahwa produksi ASI Anda mengalami penurunan yang menyebabkan berat badan si kecil turut berkurang.

 

Terakhir, terutama bagi Ibu baru yang tentunya memiliki lebih banyak paranoid dan kekhawatiran, ingatlah selalu bahwa produksi ASI baru akan stabil setelah sebulan lamanya. Hari-hari pertama Anda menyusui tentu akan dipenuhi airmata, kepanikan, hingga rasa sakit akibat pelekatan mulut bayi yang bisa jadi kurang sempurna. Banyaklah belajar mengenai proses menyusui yang baik dan jangan ragu bertanya kepada para ahlinya. Hingga masa 6 bulan atau program ASI eksklusif berakhir, kuantitas produksi ASI akan mencapai rata-rata 750 hingga 800 ml per hari, tentunya dengan aneka faktor yang dapat mempengaruhinya. Take your time, Moms, dan nikmati masa-masa indah Anda menjadi seorang Ibu.