Bahayakah Neonatal Diabetes Pada Bayi Usia Kurang Dari 6 Bulan?

Thursday, February 15, 2018

Sudah sejak lama, kasus bayi terkena penyakit langka terjadi di berbagai belahan dunia. Salah satunya di Indonesia yang baru-baru ini masih hangat diperbincangkan. Kisah tentang Adam Fabumi yang harus menderita penyakit langka Trisomy 13 sejak dalam kandungan. Faktanya, bukan hanya Trisomy 13 yang menjadi penyakit langka dan bisa menyerang bayi. Ada beberapa penyakit lain yang juga rawan menginfeksi bayi. Salah satunya adalah Neonatal Diabetes.


Neonatal Diabetes adalah bentuk diabetes langka yang biasanya didiagnosis menyerang anak di bawah usia 6 bulan. Tipe diabetes ini disebabkan oleh satu dari sejumlah mutasi genetik dan itu disebut juga sebagai diabetes monogenic.


Moms tak perlu terlalu panik, karena diabetes neonatal ini bisa diobati. Bahkan tidak memerlukan insulin. Namun, diagnosis dengan tes genetik sangat disarankan. Ada beberapa hal yang harus Moms ketahui. Neonatal Diabetes ini memiliki dua tipe, yaitu Transient Neonatal Diabetes Mellitus dan Permanent Neonatal Diabetes Mellitus.


Tipe yang pertama, yaitu Transient Neonatal Diabetes Mellitus bisa dibilang diabetes sementara. Maksudnya adalah diabetes jenis ini akan sembuh di satu tahun kelahiran. Namun bisa muncul lagi, ketika si penderita menginjak atau selama masa remaja. Sementara untuk jenis diabetes yang kedua adalah diabetes yang akan terus ada seumur hidup.


Meski bisa diobati, neonatal diabetes ini sangat jarang terjadi. Hanya terjadi pada 1 dari 300.000 atau 1 dari 400.000 kelahiran. Dalam kasus ini, tipe transien menjadi yang lebih umum diderita sebanyak 50 – 60% dari kasus neonatal diabetes tersebut.


Lalu bagaimana ciri-ciri bayi yang menderita diabetes neonatal? Gejala yang normal dan umum adalah haus terus-menerus dan sering buang air kecil hingga dehidrasi. Penyakit ini bisa juga didiagnosis dengan tes glukosa darah. Dalam beberapa kasus, diabetes jenis ini bisa didiagnosis setelah usia enam bulan.


Untuk itu, tes genetik sangat disarankan untuk bayi yang didiagnosis di bawah usia 9 bulan. Dalam masa pengobatan, bayi akan diberi obat yang disebut dengan glibenklamid atau dengan pemberian insulin. Biasanya sekitar 50% penderita neonatal diabetes bisa diobati dengan glibenklamid. Obat ini akan membuat pankreas melepaskan lebih banyak insulin. Jika obat ini tidak efektif, maka perlu dilakukan pemberian insulin.


Nah, Moms jika si kecil mengalami diabetes ini secara sementara, maka tidak perlu melakukan perawatan selama bertahun-tahun. Namun harus tetap dipantau untuk mencegah diabetes ini muncul lagi saat mereka dewasa.