Kejang-Demam: Kenali Tanda & Gejalanya

Thursday, February 01, 2018

Bagi wanita yang telah memiliki anak, pasti pernah menghadapi kondisi si kecil yang tiba-tiba kejang ketika sedang demam. Hal ini biasanya terjadi pada anak berusia 3 – 6 bulan dan paling sering terjadi pada anak usia 12 – 18 bulan. Kejang biasanya terjadi beberapa menit. Kejang terjadi saat demam ketika suhu tubuh buah hati mencapai 38 derajat Celcius. Kejang demam biasanya berakhir tanpa pengobatan. Meski begitu, Moms tidak bisa meremehkan hal ini.

 

Kejang demam sederhana biasanya terjadi dalam beberapa menit saja. Namun ada juga beberapa kasus anak kejang demam hingga 15 menit atau bahkan lebih dari satu kali dalam 24 jam. Kejang bisa berhenti sendiri, sementara demamnya bisa terus berlangsung beberapa lama. Sebenarnya apa yang menyebabkan kejang demam terjadi dan bagaimana cara menanganinya?

 

Tanda-tanda kejang demam

 

Ketika akan mengalami kejang demam, si kecil akan menjadi kaku dan lengan serta kakinya akan mulai berkedut. Kemudian mereka akan kehilangan kesadaran. Mereka juga bisa muntah atau mengeluarkan busa dari mulut. Setelah mengalami kejang, mereka akan mengantuk dan tertidur selama satu jam setelahnya. Sementara untuk kejang demam yang berlangsung selama 15 menit disebut dengan kejang demam kompleks.


Apa yang harus dilakukan?

Jika si kecil mengalami kejang demam, letakkan pada posisi pemulihan. Temani dan catat berapa lama kejang demamnya berlangsung. Jangan beri apapun pada mulutnya selama mengalami kejang demam, termasuk obat-obatan. Bawa anak Anda ke rumah sakit terdekat jika mengalami ciri-ciri sebagai berikut.


  1. Mengalami kejang setelah demam sembuh.
  2. Kejang berlangsung lebih dari lima menit dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.
  3. Anda menduga bahwa kejang disebabkan oleh penyakit lain seperti meningitis. Ciri-cirinya adalah kesulitan dalam bernafas.
  4. Meski merasa tidak ada yang salah tetap harus diperiksakan.
  5. Mengalami dehidrasi, seperti mulut kering, mata cekung, dan tidak mengeluarkan air mata saat menangis.

 

Penyebab kejang demam

 

Penyebab yang paling umum adalah suhu badan anak mencapai 38 derajat Celcius. Ada juga kaitannya dengan genetik. Anak dengan riwayat keluarga yang mudah mengalami kejang demam kemungkinan besar juga akan mengalami hal yang sama. Nah, dalam kebanyakan kasus, demam tinggi tersebut diakibatkan oleh infeksi. Misalnya, cacar air, flu, infeksi telinga tengah atau tonsilitis. Untuk kasus yang jarang terjadi, demam tinggi biasanya terjadi setelah anak melakukan vaksinasi.

 

Kemungkinan kambuh

 

Kejang demam bisa terjadi lagi atau kambuh jika anak Anda memiliki ciri-ciri seperti kejang terjadi sebelum anak menginjak usia 18 bulan, ada riwayat kejang, sebelum mengalami kejang pertama anak mengalami demam tinggi mencapai 40 derajat Celcius, sebelumnya mengalami kejang demam kompleks, dan sering berada di tempat penitipan anak yang meningkatkan peluang mereka untuk terinfeksi flu dan cacar air.

 

Banyak orang tua yang khawatir ketika buah hati mereka mengalami kejang demam. Jika memang si kecil mengalami hal seperti itu, ada ataupun tidak ada hal yang serius Anda memang sebaiknya membawa mereka ke dokter untuk penanganan medis lebih lanjut.